Showing posts with label portofolio. Show all posts
Showing posts with label portofolio. Show all posts

Wednesday, January 15, 2014

PELANGGARAN HUKUM TERHADAP PELANGGARAN ETIKA

Setiap pekerjaan atau profesi pasti mempunyai kode etik sesuai profesinya, dimana kode etik itu bersifat mengikat dan harus dipatuhi bagi setiap pelakunya. Namun, tidak jarang kita menemui berbagai pelanggaran kode etik yang dilakukan  oleh pelaku pekerjaan tersebut.
Sebut saja, Akil Mochtar, mantan ketua Mahkamah Konstitusional (MK) ini terlibat kasus korupsi. Padahal seperti kita tahu, MK adalah lembaga hukum tertinggi di Indonesia tapi justru ketua MK sendiri melakukan pelanngaran hukum terhadap pelanggaran etika yang dilakukan oleh Akil.

Ratu Atut, Gubernur Banten yang juga terseret kasus korupsi yang dilakukannya selama ini akhirnya berhasil diungkapkan KPK. Keluarga Atut yang lain pun ada yang terlibat kasus serupa, yaitu adik kandung Ratu Atut.

Dan kasus terhangat di awal tahun yaitu dugaan korupsi proyek hambalang  yang dilakukan Anas Urbaningrum. Setelah kasus ini sempat mandet, akhirnya Anas ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi.

dari ketiga kasus di atas, pelanggaran hukum yang dilakukan oleh para pelaku terjadi karena pelanggaran kode etik yang mereka lakukan dan juga penyalahgunaan jabatan yang dipegang.
Menurut saya, jika setiap orang tidak menjunjung tinggi kode etik dan menyalahgunakan jabatan yang dipegangnya, pelanggaran hukum seperti ini akan terus terjadi di Indonesia atau bahkan hal yang lebih fatal bisa terjadi. Pentingnya rasa tanggung jawab untuk mengemban amanah yang diberikan masyarakat dan menjunjung kode etik bisa menjadi kesadaran tiap individu untuk tidak melakukan pelanggaran hukum dan etika. Sifat ketamakan dan selalu merasa kurang juga harus dihilangkan dari dalam diri. Karena setiap pekerjaan adalah amanah, setiap diri kita adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungajawabannya. Entah balasannya di dunia maupun dengan cara Tuhan yang lain.

Wednesday, November 6, 2013

Review Jurnal Audit



Review Jurnal

Judul Jurnal     :           Pengaruh Pengalaman Time Budget Pressure dan Etika Auditor
terhadap Kualitas Audit
Pengarang       :           Goodman Hutabarat
Tempat terbit   :           Jakarta
Tahun terbit     :           2012
 

·         Latar Belakang

Profesi auditor telah menjadi sorotan masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Kasus Enron dan kasus Worldcom di Amerika dan kasus-kasus audit lainnya membuat kredibilitas auditor semakin dipertanyakan. Kasus Enron di Amerika yang melibatkan kantor akuntan publik Arthur Andersen. Pada kasus Enron tersebut terjadi manipulasi laporan keuangan. Pada laporan keuangan dilaporkan perusahaan mencatat keuntungan 600 juta Dollar AS padahal sebenarnya perusahaan mengalami kerugian. Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan ternyata terdapat beberapa pejabat, manajer dan sebagian besar staf akuntansi Enron adalah mantan auditor di KAP Andersen. Setelah kasus ini diungkap dan dilakukan penyelidikan, akhirnya KAP Andersen dinyatakan bersalah karena melakukan hambatan terhadap proses pengadilan melalui penghancuran dokumen-dokumen yang terkait dengan audit yang mereka lakukan. Kasus yang menimpa akuntan publik JAS yang diindikasi melakukan kesalahan dalam mengaudit laporan keuangan PT Great River Internasional, Tbk menyebabkan munculnya keraguan atas opini audit dan akibatnya masyarakat mengkritik profesi auditor. Kasus tersebut muncul setelah adanya temuan auditor investigasi dari Bapepam yang menemukan indikasi penggelembungan akun penjualan, piutang dan aset hingga ratusan milyar rupiah pada laporan keuangan PT Great River, Tbk yang mengakibatkan perusahaan tersebut akhirnya kesulitan arus kas dan gagal dalam membayar
utang. Berdasarkan investigasi Bapepam menyatakan bahwa akuntan publik yang memeriksa laporan keuangan PT Great River, Tbk ikut menjadi tersangka. Oleh karenanya, Menteri Keuangan RI terhitung sejak tanggal 28 November 2006 telah membekukan izin akuntan publik JAS selama dua tahun karena terbukti melakukan pelanggaran terhadap Standar Profesi Akuntan Publik (SPAP) berkaitan dengan laporan audit atas laporan keuangan konsolidasi PT. Great River, Tbk tahun 2003.
Tentunya jika hasil laporan audit tersebut menyebabkan masalah seperti masalah Enron, Worldcom dan PT Great River, Tbk, hal ini memunculkan keraguan mengenai kualitas audit yang auditor laporkan. Berdasarkan berbagai kasus audit di atas menimbulkan pertanyaan, apakah sebenarnya auditor tersebut mampu mendeteksi kecurangan-kecurangan dan kelemahan penyajian laporan keuangan klien atau sebenarnya mereka mampu mendeteksinya tetapi tidak mengumumkannya dalam laporan audit. Jika auditor tidak mampu mendeteksi trik rekayasa yang dilakukan klien maka yang menjadi inti permasalahannya adalah kompetensi atau keahlian auditor tersebut. Namun jika yang terjadi akuntan publik ikut mengamankan praktik rekayasa tersebut, seperti yang terungkap dalam kasus Enron, Andersen, Worldcom dan Great River, maka inti permasalahannya adalah independensi auditor.
Menurut Libby dan Frederick (1990) pengalaman yang dimiliki auditor akan mempengaruhi kualitas auditnya, mereka menemukan bahwa semakin banyak pengalaman auditor semakin dapat menghasilkan berbagai dugaan dalam menjelaskan temuan audit.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi kualitas audit adalah time budget pressure (tekanan anggaran waktu). Menurut Waggoner et.al (1991), jika alokasi waktu untuk penugasan tidak cukup, maka auditor mungkin mengkompensasikan dengan kerja mereka dengan cepat, dan hanya menyelesaikan tugas-tugas yang penting saja sehingga mungkin menghasilkan kinerja yang tidak efektif. Dezoort (1998) menyatakan bahwa adalah hal yang umum ditemukan bahwa di bawah tekanan anggaran waktu, individu cenderung akan bekerja dengan cepat sehingga akan berdampak pada penurunan kinerjanya.
Konflik dalam sebuah audit akan berkembang pada saat auditor mengungkapkan informasi tetapi informasi tersebut oleh klien tidak ingin dipublikasikan kepada umum. Konflik ini akan menjadi sebuah dilema etika ketika auditor diharuskan membuat keputusan yang menyangkut independensi dan integritasnya dengan imbalan ekonomis yang mungkin terjadi di sisi lainnya. Pengembangan dan kesadaran etis/moral memainkan peran kunci dalam semua area profesi akuntansi (Louwers et.al, 1997). Akuntan secara terus menerus berhadapan dengan dilema etika yang melibatkan pilihan antara nilai-nilai yang bertentangan. Pertimbangan profesional berlandaskan pada nilai dan keyakinan individu, sehingga kesadaran etika/moral memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan dalam pekerjaan audit (Deis & Giroux, 1992; Shaub & Lawrence, 1996; Trevino, 1986).
Berdasarkan berbagai teori kualitas audit dan penelitian-penelitian di atas, maka penelitian ini mencoba meneliti faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas audit dengan cara menghubungkan pengaruh pengalaman audit, time budget pressure dan etika auditor terhadap kualitas audit. Motivasinya adalah ingin mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan dan menurunkan kualitas audit. Tujuan penelitian ini adalah: (a) menguji pengaruh pengalaman, time budget pressure dan etika auditor secara simultan terhadap kualitas audit. (b) menguji pengaruh pengalaman, time budget pressure dan etika auditor secara parsial terhadap kualitas audit.

·         Data yang digunakan
Populasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah auditor yang terdapat dalam KAP yang terdapat di Jawa Tengah. Pemilihan sampel penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Kriteria yang digunakan untuk memilih sampel penelitian yang dijadikan responden adalah auditor yang berpengalaman dengan pertimbangan sebagai berikut: (a) pemilihan responden auditor yang berpengalaman ditujukan untuk menghindari bias antara jawaban auditor yang berpengalaman dan yang kurang berpengalaman. (b) pemilihan auditor yang berpengalaman dalam penelitian ini akan memberikan jawaban yang diberikan berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi dan dilakukan auditor di lapangan. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada responden dengan mendatangi KAP tempat responden bekerja.



·         Hasil Penelitian
Hasil pengujian validitas data menunjukkan bahwa semua (enam) item pertanyaan untuk variabel pengalaman valid. Semua (empat) item pertanyaan untuk mengukur time budget pressure valid. Sedangkan untuk variabel etika auditor terdapat satu item pertanyaan untuk dimensi locus of control yang tidak valid sehingga di keluarkan dari data yang digunakan. Hasil pengujian validitas untuk variabel kualiatas audit menunjukkan semua pertanyaan valid. Hasil pengujian reliabilitas menunjukkan bahwa semua variabel yang digunakan reliabel.
Berdasarkan hasil output regresi diperoleh hubungan positif yang kuat antara pengalaman dengan kualitas audit sebesar 0,664. Hubungan positif yang sedang antara etika auditor dengan kualitas audit sebesar 0,573, hubungan positif yang sedang antara pengalaman dengan etika auditor sebesar 0,475. Hubungan negatif yang sedang antara time budget pressure dengan kualitas audit sebesar -0,453. Hasil perhitungan menunjukkan koefisien jalur pengalaman terhadap kualitas audit sebesar 0,485, koefisien jalur time budget pressure terhadap kualitas audit sebesar -0,286, dan koefisien jalur etika auditor terhadap kualitas audit sebesar 0,261. Koefisien jalur atau besarnya pengaruh masing-masing variabel pengalaman dan etika auditor terhadap kualitas audit menunjukkan pengaruh positif, yang dapat diinterpretasikan bahwa kenaikan pengalaman dan etika auditor akan meningkatkan kualitas audit. Koefisien jalur time budget pressure terhadap kualitas audit menunjukkan pengaruh yang negatif, yang dapat diinterpretasikan bahwa kenaikan time budget pressure dapat menurunkan kualitas audit.
Pengujian hipotesis pertama menggunakan data Fhitung dan Ftabel. Ftabel untuk tingkat signifikansi 0,05 dan derajat bebas db1 = 3 dan db2 = 85-3-1 = 81, diperoleh F0,05(3,81) = 2,72. Karena Fhitung lebih besar dari Ftabel (40,692 > 2,72) maka dapat diambil keputusan untuk menolak H0. Berdasarkan hasil uji empiris diperoleh nilai F untuk model sebesar 40,692 dengan nilai probabilitas (sig) 0,000. Karena nilai sig < 0,05, maka Ho ditolak dan pengujian secara individual dapat dilakukan. Dengan demikian hipotesis pertama dalam penelitian ini (H1) diterima (terbukti), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengalaman, time budget pressure dan etika auditor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Pengaruh variabel pengalaman, time budget pressure dan etika auditor terhadap kualitas audit secara simultan sebesar 60,1 persen, arti dari kesimpulan tersebut adalah bahwa 60,1 persen perubahan kualitas audit dapat dijelaskan oleh variabel pengalaman, time budget pressure dan etika auditor, sedangkan 39,9 persen sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengujian hipotesis kedua menggunakan data t-hitung dan t-tabel. Berdasarkan hasil perhitungan nilai koefisien jalur variabel pengalaman ke kualitas audit sebesar 0,485 (t = 6,073; P = 0,000), koefisien jalur benilai positif (0,485). Pengujian parsial diketahui bahwa untuk variabel pengalaman t-hitung > t-tabel (6,073 > 1,6639) dan dapat juga dilihat tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 <0,05). Hasil menunjukkan koefisien jalur pengalaman ke kualitas secara statistik signifikan (Ho ditolak). Jadi dapat disimpulkan bahwa pengalaman berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Semakin tinggi pengalaman audit maka semakin tinggi kualitas audit.
Pengujian hipotesis kedua untuk variabel time budget pressure menunjukkan nilai koefisien jalur time budget pressure ke kualitas audit sebesar -0,285 (t = -3,894 ; P = 0,000), koefisien jalur benilai negatif (-0,285). Berdasarkan hasil perhitungan juga diketahui bahwa thitung > ttabel (3,894 >1,6639) dan dapat juga dilihat tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05). Hasil menunjukkan koefisien jalur time budget pressure ke kualitas audit secara statistik signifikan (Ho ditolak). Jadi dapat disimpulkan bahwa time budget pressure berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit. Semakin tinggi time budget pressure maka semakin rendah kualitas audit.
Berdasarkan hasil uji empiris diperoleh nilai koefisien jalur etika auditor kepada kualitas audit sebesar 0,261 (t = 3,186 ; P = 0,002), koefisien jalur benilai positif (0,261). Hasil perhitungan juga menunjukkan bahwa thitung > ttabel (3,186 > 1,6639) dan dapat juga dilihat tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,002 < 0,05). Hasil menunjukkan koefisien jalur etika auditor kepada kualitas audit secara statistik signifikan (Ho ditolak). Jadi dapat disimpulkan bahwa etika auditor berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit. Semakin tinggi etika auditor maka semakin tinggi kualitas audit.

·         Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian untuk melihat pengaruh pengalaman audit, time budget pressure dan etika auditor terhadap kualitas audit yang telah diuraikan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Pengalaman audit, time budget pressure dan etika auditor secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. Hal ini berarti bahwa variabel pengalaman audit, time budget pressure dan etika auditor mampu menjelaskan perubahan dalam kualitas audit.
2. Pengalaman audit, time budget pressure dan etika auditor secara parsial berpengaruh terhadap kualitas audit. Pengalaman audit memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap kualitas audit, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi pengalaman audit maka akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas audit. Time budget pressure berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas audit, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tekanan anggaran waktu maka akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas audit. Etika auditor berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas audit, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi etika auditor maka akan berpengaruh terhadap meningkatknya kualitas audit.

·         Keterbatasan
Bagi peneliti berikutnya perlu meneliti faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kualitas audit yang dapat meningkatkan atau menurunkan kualitas audit seperti perbedaan pengetahuan, situasi lingkungan pekerjaan, fee audit, persaingan bisnis auditor dan perbedaan gender.
·         Nama Pe-review
Nama   :           Arika Priliani
Kelas   :           4 EB 01
NPM   :           2120093

Tuesday, June 4, 2013

TOEFL SKILL 1-5


SOFTSKILL, TOEFL  SKILL 1-5

A.    Skill 1 : Subject and Verbs
            Dalam sebuah kalimat bahasa Inggris, harus ada minimal sebuah Subject (subjek) dan sebuah Verb (kata kerja).
Contoh 1:
....................was ringing repeatly for hours.
    (A) Loudly
    (B) In the morning
    (C) The alarm
    (D) The bells
    Analisa:
Ø  Kalimat di atas memiliki Verb yaitu was ringing, tapi tidak memiliki Subject.
Ø  Dari pilihan jawaban; (A) Repeatly dan (B) In the morning salah karena keduanya adalah adverb. Jawaban (D) The bells  juga salah karena bells adalah plural dan tidak sesuai dengan was ringing yang berbentuk singular verb. Jawaban terbaik adalah (C) The alarm karena phone singular verb dan sesuai dengan singular verb was ringing.

 Contoh 2:
    The milk …………… every morning and every evening.
    (A) delivery
    (B) is delivered
    (C) on time
    (D) regularly
    Analisa:
Ø  Kalimat diatas memiliki Subject yaitu Newspapers, tapi tidak memiliki Verb.
Ø  Jawaban (A) delivery, (C) on time dan (D) regularly adalah salah karena mereka bukan verb. Jawaban (B) is delivered benar karena mereka adalah verb.

EXERCISE 1:

Find the subjects and the verbs in each of the following sentences. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect ( I ).

1)      My mother always cooks delicious food for me. ( I )
            Analisa:
Ø  Subject dari kalimat ini adalah My mother, tapi tidak memiliki Verb is.
Ø  Kalimat yang benar seharusnya My mother is always cooks delicious food for me.
2)      The football match schedule has changed since last week. (C)
            Analisa:
Ø  Kalimat diatas sudah memiliki Subject The football match sudah memiliki Verb has changed
3)      Accidentally broke the glass on the floor. ( I )
            Analisa:
Ø  Kalimat diatas tidak memiliki Subject, tapi memiliki verbs broke.
Ø  Kalimat yang benar seharusnya adalah Accidentally she/he broke the glass on the floor.
4)      The customer paying the waiter for the dish. (I)
            Analisa:
Ø  Kalimat diatas sudah memiliki Subject the customer dan part of verb paying. Kalimat diatas membutuhkan to be untuk menjadikannya complete verb.
Ø  Kalimat yang benar seharusnya adalah The customer is paying the clerk for the clothes.
5)      The professor gave the syllabus to the students. (C)
            Analisa:
Ø  Kalimat diatas sudah memiliki Subject professor dan Verb gave.

B.     Skill 2 : Object of prepositions

An object of prepotition adalah noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti) yang terletak setelah preposition (kata depan), seperti in, at, of to, by, behind, dan on yang befungsi membentuk sebuah prepositional phrase.
Contoh 1:
The trip (to the island) (on Sunday) will last (for four hours).

Kalimat diatas berisi tiga buah object of preposition; Island sebagai object of preposition dari to; Sunday sebagai object of preposition dari on dan four hours sebagai object of preposition dari for.

Pada Structure Section TOEFL Test, object of preposition bisa membingungkan karena banyak yang menduga bahwa object of preposition adalah subject dari kalimat tersebut.

Contoh 2:
To Yayhi …….. was a big surprise.
(A) really
(B) the party
(C) funny
(D) when
Analisa:
Ø  Dari kalimat diatas, harus dipahami bahwa Yayhi (noun) bukanlah Subject tapi object of preposition dari To.
Ø  Subject dari kalimat diatas tidak ada, sedangkan Verbnya adalah was.
Ø  Karena yang dibutuhkan adalah Subject, maka jawaban terbaik adalah (B), the party. Sedangkan (A), (C), dan (D) salah karena mereka bukanlah Subject.

Harus dingat bahwa:
Preposition diikuti oleh noun atau pronoun yang kemudian disebut object of preposition.
Jika sebuah kata adalah object of preposition, maka kata tersebut bukanlah sebuah Subject.

EXERCISE 2
      1.            The title of the film in the cinema is Fast Furious 6. (C)
Analisa:
Ø  The Cinema bukanlah subject, tapi hanyalah Object of Preposition dari in.
Ø  Sedangkan Subjectnya adalah title dan Verbnya adalah is.

      2.            By the next meeting of the class need to bring the laptop.( I)
Analisa:
Ø  the class bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari of.
Ø  Kalimat diatas tidak memiliki Subject, tapi memiliki verb yaitu need to bring.
Ø  Kalimat yang benar seharusnya By the next meeting of the class they need to bring the laptop.
      3.            The directions to the exercise on page 25 unclear. (I)
Analisa:
Ø  page 25 bukanlah subject, tapi hanya object of preposition dari on.
Ø  Kalimat diatas memiliki Subject yaitu the directions, tapi tidak memiliki Verb.
Ø  Adapun kalimat yang benar adalah The directions to the exercise on page 25 are unclear.
      4.            During the week eat lunch in the school canteen. (C)
Analisa:
Ø the week bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari during.
Ø Kalimat diatas tidak memiliki Subject, tapi memiliki Verb yaitu eat.
Ø Kalimat yang benar mungkin During the week, they eat lunch in the school canteen.
      5.            In the morning after the concert was tired.
Analisa:
Ø  the concert bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari after.
Ø  Kalimat diatas tidak meiliki Subject, tapi sudah memiliki Verb yaitu was.
Ø  Kalimat yang benar adalah: In the morning after the concert she/he was tired.

C.    Skill 3 : Present Participle
Present Participle adalah verb + ing. Contohnya:  studying, driving, cooking. Penggunaan Present participle pada Structure section TOEFL test seringkali membingungkan karena fungsinya yang bisa sebagai part of a verb (bagian dari kata kerja) atau adjective (kata sifat).
1. Sebagai bagian dari kata kerja (Part of a verb)
Present participle (verb+ing) akan berfungsi sebagai part of a verb jika digunakan bersamaan dengan tobe (am, is, are, was, and were).
Contoh:                
The bus is arriving at the halte now.
The students are playing in the yard.
Analisa:
Ø  arriving adalah part of a verb karena ditemani oleh is (to be).
Ø  playing adalah part of a verb karena ditemani oleh are (to be)
2. Sebagai adjective (Kata Sifat)
Present participle (Verb + Ing) berfungsi sebagai adjective apabila tidak ditemani oleh to be (am, is, are, was and were).
Contoh:
Ø  The bus arriving at the halte now is an hour late.
Ø  The students playing in the yard look very happy.
 Analisa:
Ø  arriving is adjective karena tidak ditemani oleh be. Sedangkan, Subject kalimat diatas adalah bus dan verbnya adalah is.
Ø  playing adalah adjective karena tidak ditemani oleh be. Subject dari kalimat diatas adalah students dan verbnya adalah look.

EXERCISE 3
Look at the following sentences and Check if they are correct (C) or incorrect (I).

      1.            The crying baby needs to be picked up. (C)
                   ADJ
     Analisa:
Ø  Kalimat diatas sudah benar karena crying berfungsi sebagai adjective.
Ø  Subject dari kalimat diatas adalah baby, sedangkan verb nya adalah needs to be picked up

      2.            The clothes are lying the floor should go into the washing machine. (I)
                                    VERB
Analisa:
Ø  kalimat diatas salah karena  are lying seharusnya lying dan berfungsi sebagai adjective bukan bagian dari kata kerja (part of a verb).
Ø  Sedangkan kalimat yang benar adalah  The clothes lying the floor should go into the washing machine.

      3.            The waiter bringing the lobster dish to the waiting dinners. (I)
                                    ADJ
    Analisa:
Ø  Kalimat diatas salah karena bringing seharusnya is bringing dan berfungsi sebagai part of a verb bukan adjective.
Ø  Kalimat yang benar seharusnya adalah  The waiter is bringing the lobster dish to the waiting diners.

      4.            For her birthday, the child is getting a talking doll. (C)
Analisa:
Ø  Kalimat diatas sudah benar karena getting berfungsi sebagai part of a verb dan setelah ditambahkan is (to be) menjadi complete verb.
Ø  Sedangkan Subject dari kalimat diatas adalah the child.

      5.            The setting sun creating a rainbow of colors in the sky. (I)
Analisa:
Ø  Kalimat diatas salah karena creating harusnya is creating dan berfungsi sebagai part of a verb.
Ø  Kalimat yang benar seharusnya The setting sun is creating a rainbow of colors in the sky.

D.    Skill 4 : Past Participle
            Past participle adalah Verb III dari kata kerja. Contoh: taught, studied, left, cooked Penggunaan Past Participle pada Structure Questions seringkali membingungkan karena neniliki dua fungsi, yaitu part of a verb (bagian dari kata kerja) dan adjective (kata sifat).
1. Sebagai part of a verb
Past participle akan berfungsi sebagai part of a verb (bagian dari kata kerja) apabila ditemani oleh have, has, had and be (am, is, are, was, were).
Contoh:
Ø  The postman has left a letter in the mailbox. (Left is part of a verb)
Ø  The classes were taught by Professor Andrew. (Taught is part of a verb)
Analisa:
Ø  Pada kalimat pertama, left adalah bagian dari kata kerja karena ditemani oleh has.
Ø  Pada kalimat kedua, taught adalah bagian dari kata kerja karena ditemani oleh be (were)

2. Sebagai adjective
Past Participle berfungsi sebagai kata sifat (adjective) apabila tidak ditemani dengan have, has, had atau be (am, is, are, dan were).
Contoh:
Ø  The letter left in the mailbox was for me. (Left is adjective)
Ø  The classes taught by Professor Andrew were very interesting. (Taught is adjective)
Analisa:
Ø  left adalah adjective karena tidak ditemani oleh has/have or to be. SedangkanSubject dari kalimat pertama adalah The letter dan Verb nya adalah was.
Ø  taught adalah adjective karena tidak ditemani oleh has/have atau to be. Sedangkan Subject dan verb dari kalimat kedua adalah The classes dan were.

EXERCISE 4
Each of the following sentences contains one or more past participles. Circle the past participles, and label them as adjectives or verbs. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).
      1.            The food is served in this restaurant is delicious. (I)
Analisa:
Ø  is served harusnya served saja karena berfungsi sebagai adjective.
Ø  Sedangkan Subject nya adalah The food dan Verb nya adalah Is.
Ø  Kalimat yang benar adalah The food served in this restaurant is delicious.

      2.            The plane landed on the deserted runway. (C)
   Analisa:
Ø  Subject is The place and Verb is landed
Ø  Deserted adalah  adjective
      3.            The unexpected guests arrived just at lunchtime. (C)
Analisa:
Ø  unexpected adalah adjective.
Ø  Subject nya adalah guests dan Verb nya arrived.
      4.            The courses are listed in the catalogue are required courses. (I)
Analisa:
Ø  are listed seharusnya hanya listed dan berfungsi sebagai adjective bukan part of a verb.
Ø  Subject nya adalah courses dan verbnya are required.
      5.            The teacher found the lost exam. (C)
Analisa:
Ø  lost adalah adjective.
Ø  Subject nya adalah teacher sedangkan verbnya adalah found.

E.     Skill 5 : Coordinate Connector
            Yang dimaksud dengan Coordinate Connector adalah AND, BUT, OR, or SO. Banyak kalimat dalam Bahasa Inggris yang terdiri dari dua klausa ( Klausa adalah kelompok kata yang paling sedikit terdiri dari satu Subject dan satu Verb (Predikat). Ketika ada dua kalimat dalam Bahasa Inggris, kita harus menggabungkannya dengan benar. Saalahs atu cara untuk menggabungkan dua buah kalusa adalah dengan menggunakan AND, BUT, OR, or SO.
Contoh:
      1.            The sun was shining and the sky was blue.
      2.            The sky was blue, but it was very cold.
      3.            It may rain tonight, or it may be clear.
      4.            It was raining outside, so I took my umbrella.
Analisa:
Keempat kalimat diatas terdiri dari dua klausa dan semuanya di hubungkan dengan sebuah Coordinate Connector dan sebuah Comma.
Contoh berikut ini akan menunjukan bagaimana Coordinate Connector di Tes di Structure Questions pada TOEFL Test.

Contoh:
I forgot my umbrella, ____ I got very wet.
(A) then
(B) so
(C) later
(D) as a result
Analisa:
Kalimat diatas memiliki dua  buah klausa:  I forgot my umbrella dan I got very wet. Untuk menghubungkannya, kita harus menggunakan sebuah Coonector. KataThen (A), later (C), dan as a result (D) bukanlah Connector. Jadi jawaban terbaik adalah (B) karena so bisa menghubungkan kedua klausa tersebut dengan benar.

EXERCISE  5

Exercise 5 dibawah ini fokus pada permasalahan Coordinate Connector.  Baca kalimatnya dan tentukan apakah jawabannya Correct (C) atau Incorrect (C).

1. The lawn needs water every day, or it will turn brown. (C)
    Analisa:
Ø  Kedua Klausa diatas sudah benar, begitu juga dengan Coordinate Connectornya.

2. The novel was not thick, it difficult to read. (I)
    Analisa:
Ø  Klausa kedua tidak memiliki verb (is) dan  Connector.
Ø  Kalimat yang benar adalah The novel was not thick, but  it is difficult to read.

3. It was raining, so decided not to go camping. (I)
    Analisa:
Ø  Klausa/kalimat kedua tidak memiliki Subject. Tapi sudah memiliki connector, so.
Ø  Kalimat yang benar seharusnya adalah It was raining, so I decided not to go camping.

4. The material has been cut, and the pieces have been sewn together.(C)
    Analisa:
Ø  Kedua kalimat/klausa sudah benar begitu juga dengan connectornya

5. The patient took all the medicine, she did not feel much better.(I)
    Analisa:
Ø  Kedua kalimat/klausa diatas sudah benar, tapi belum ada connectornya.
Ø  Kalimat yang benar seharusnya adalah The patient took all the medicine, but she did not feel much better.


Sumber: http://www.toeflibtpreparation.net/