Friday, October 28, 2011

bagaimana koperasi di Indonesia menghadapi era globalisasi?

Globalisasi? Apakah anda mengetahui apa yang dimaksud globalisasi? Globalisasi sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi negara menjadi semakin sempit (menurut wikipedia). yang lain sehingga batas-batas suatu
Jadi bagaimana jika koperasi dikaitkan dengan pasar global dalam era globalisasi seperti sekarang ini? Memang bagi sebagian orang globalisasi merupakan suatu momok yang menakutkan yang bisa menenggelamkan negeri ini dari berbagai aspek. Tetapi Negara ini pun harus bersaing agar tidak kalah dengan Negara lain dalam pasar global seperti ini.
Sebenarnya globalisasi memudahkan masyarakat antar daerah bahkan antar Negara dalam mencapai transaksi atau kesepakatan tertentu, tetapi Indonesia belumlah siap dalam menghadapi pasar seperti sekarang ini terbukti dengan kalahnya produk-produk dalam negeri dibandingkan dengan produk asia lainnya terutama Cina.
Ketika globalisasi tidak dapat ditahan lajunya maka akan menindas sebagian masyarakat Indonesia termasuk beberapa prinsip Negara ini dan kekuatan Indonesia dalam bidang ekonomi akan terguncang hebat. Hal ini dikarenakan bebasnya pasal yang mengatur globalisasi di dunia. Cara supaya mengembalikan kondisi ekonomi Indonesia adalah dengan menguatkan dan kembali kepada koperasi.
Globalisasi sangat berkaitan erat dengan konsumerisme dan industrilisasi secara besar-besaran. Jika kemampuan masyarakat Indonesia dalam menghadapi globalisasi tidak didukung penuh oleh pemerintah maka akan menimbulkan suatu masalah yang cukup pelik dan akan timbul suatu situasi krusialitas besar.


Ketika pakar ekonomi dunia David Richardo menggagas tentang perdagangan bebas dia menyarankan untuk mengimbangi dengan nilai keunggulan komperatif. Setiap negara harus menunjukkan kelebihan efisiensinya dalam perdagangan bebas. Tak bisa dihindari, perdagangan bebas akan terus ada sampai pada akhir zaman. Maka dari itu, negara harus ikut ambil bagian di dalamnya dengan cara mempertahankan keorganisasian koperasi.
Dengan koperasi dan produk-produk UMKM dapat diapresiasi dengan adil. Selama ini proses globalisasi hanya mengeksploitasi profit sebesar-besarnya. Berbeda dengan kapitalisme, koperasi lebih menjunjung tinggi kebersamaan karena misinya menyejahterakan anggotanya. Kemungkinan besar produk-produk lokal dapat ikut terangkat ke permukaan tanpa selalu pesimistis dengan kekalahannya terhadap produk luar negeri. Pemerintah harus segera bertindak dan membangkitkan lagi koperasi, lembaga yang dapat menyesuaikan diri pada lokalitas Indonesia dan berpihak pada rakyat kecil.
Selain pemerintah, masyarakat juga perlu dalam mewujudkan koperasi sebagai landasan dalam era globalasasi dewasa ini. Tapi pemerintahlah yang mempunyai andil besar dalam memajukan koperasi karena Indonesia harus mensejahterakan rakyatnya dan berkewajiban mendukung penuh UKM dan koperasi di Indonesia.
Masalah besar di Indonesia tetaplah kemiskinan dan pengangguran sehingga cara yang paling efektif dalam mengatasi gejolak social tersebut adalah dengan mengembangkan koperasi dan UKM. Koperasi bisa membuat masyarakat sejahtera dengan kegunaan antara lain bantuan sosial, penguatan modal, kredit KUR, dana bergulir, pelatihan, kewirausahaan, pameran dan sebagainya, yang telah banyak memberikan peluang dan kemudahan kepada rakyat.
Setiap daerah dan masyarakat seharusnya memiliki rasa percaya diri bahwa melalui organisasi koperasi, kegiatan ekonomi kooperatif dapat diperhitungkan keandalan kekuatannya dalam perekonomian global.


Sementara itu, koperasi juga harus mereformasi diri dengan meninggalkan sifat-sifat yang tidak kooperatif, dan kembali kepada koperasi yang mengutamakan kepentingan anggotanya dalam arti yang sebenarnya.
Jika koperasi benar-benar merupakan koperasi yang merakyat, maka tentunya tidak akan pernah ada program/kegiatan koperasi yang tidak berkaitan langsung dengan kebutuhan anggota apalagi merugikan anggota.
Setiap produk dan kegiatan usaha koperasi tentunya mendasarkan pada “persetujuan anggota”. Ini berarti bahwa koperasi tidak mencari keuntungan, kecuali hanya anggota yang mencari “benefit” lebih besar dengan bantuan organisasi koperasi. Koperasi berperan serta untuk mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur dalam tata perekonomian nasional.
Koperasi di Indonesia akan selalu berhadapan dengan ekonomi liberal tetapi koperasi mempunyai anggota-anggota yang menyumbangkan nilai-nilai koperasi itu sendiri. menghadapi tantangan globalisasi, koperasi percaya bahwa semua orang dapat dan seharusnya berupaya keras mengendalikan nasibnya sendiri. Artinya, harus mampu menolong diri sendiri.
Menghadapi tantangan globalisasi, koperasi mestinya harus mampu memberikan kedudukan dan pelayanan kepada anggota atas dasar persamaan. Dari persamaan, timbul rasa kebersamaan dalam hidup berkoperasi, baik dalam penggunaan hak, kewajiban dan tanggung jawab.


sumber : http://ferrylaks.wordpress.com/2010/11/02/koperasi-dalam-era-globalisasi/

Monday, October 24, 2011

mengapa koperasi di Indonesia sulit berkembang?


Ini mungkin pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang paling berani. Pekan lalu, di acara perayaan ulang tahun koperasi yang ke-60, Presiden mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi sistem perekonomian berbasis kapitalisme dan neoliberalisme di Indonesia. Alasannya, kata Presiden, kedua ideologi tersebut tidak mampu menjamin kemakmuran bagi seluruh rakyat. Karena itu, Indonesia memilih ideologi terbuka yang berkeadilan sosial, dan koperasi merupakan wadah yang paling ideal.
Ketidakmakmuran yang dikemukakan Pre-siden di hadapan 7.000 anggota dan pengurus koperasi dari seluruh Indonesia adalah masalah ekonomi nasional, yang tentu tak ada sangkut-pautnya dengan paham atau sistem ekonomi. Oleh sebab itu, pernyataan Presiden itu harus kita artikan sebagai sikap keberpihakan pemerintah terhadap koperasi, yang sejak krisis ekonomi 1998 memang kurang mendapat perhatian.
Adapun soal ketidakmakmuran rakyat yang semakin memprihatinkan di negara ini, tidak mudah kita kaitkan dengan koperasi. Kalau mau realistis, harus diakui bahwa koperasi-koperasi kita masih jauh dari sehat dan belum siap memikul beban yang amat berat. Bahkan koperasi yang ada pun, ditaksir berjumlah 138.000, sekitar 30 persen di antaranya ”mati”. Jadi, langkah awal adalah menyehatkan koperasi yang ada. Jika upaya ini berhasil, maka langkah awal meningkatkan kesejahteraan rakyat sudah tercapai.
Kita harus mengakui, pemerintah telah berbuat banyak untuk memajukan koperasi. Di zaman Presiden Soeharto, misalnya, ada desakan agar para konglomerat menjual sebagian sahamnya kepada koperasi. Pemerintah pun membentuk sebuah departemen untuk koperasi. Tapi, harus diakui, selama ini orientasi dan strategi pembangunan ekonomi pemerintah lebih mementingkan segi pertumbuhan ekonomi, bukan pemerataan.
Di negara mana pun, termasuk Indonesia, yang menggunakan sistem pasar bebas, tujuan pertumbuhan ekonomi jauh lebih mudah dicapai dibandingkan dua hal tadi. Ini disebabkan dunia usaha, yang berorientasi pada profit dan yang selalu berpedoman pada peningkatan efisiensi terus-menerus, lebih mudah berkembang dalam iklim persaingan pasar bebas. Adalah tugas pemerintah, di negara mana pun juga, untuk memanfaatkan dan mengatur buah pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyatnya.
Kalau dewasa ini kita prihatin bahwa rakyat Indonesia masih jauh dari makmur, itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhasil memanfaatkan pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyatnya. Artinya, hasil pertumbuhan ekonomi yang telah meningkatkan kekayaan golongan ekonomi ”kuat”, lebih banyak digunakan untuk penumpukan modal. Sedang yang dipergunakan untuk program-program pemerataan masih kurang.
Perkembangan koperasi sebenarnya memerlukan kondisi sistem ekonomi yang memihak pada ”si miskin”, sehingga ada ruang gerak bagi pengembangan kegiatan koperasi. Tetapi strategi pembangunan kita lebih berorientasi pada pertumbuhan yang tinggi, secara tidak langsung ia memihak pada yang kuat karena peranannya sangat besar bagi per-tumbuhan. Sebagai contoh, lihat saja UU Sumber Daya Air dan UU Pertambangan di Kawasan Hutan. Dua UU ini lebih mengutamakan prinsip kapitalisme ketimbang kemakmuran rakyat. Inilah yang mungkin membuat koperasi tidak berkembang.
Indonesia memang bukan menganut kapitalisme, istilah yang dipakai untuk menamai sistem ekonomi Barat sejak runtuhnya feodalisme pada abad ke-16. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kita sulit lepas darinya. Saham, bursa efek, suku bunga, hak paten, dan lainnya merupakan produk kapitalis. Bahkan Bukopin, yang sahamnya dimiliki induk koperasi, justru memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan dana murah. Padahal semua orang tahu,pasar modal adalah salah satu simbol dari sistem kapitalisme.


sumber : http://www.majalahtrust.com/indikator/trust/1417.php



mengapa koperasi di Indonesia sulit berkembang?


Ini mungkin pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang paling berani. Pekan lalu, di acara perayaan ulang tahun koperasi yang ke-60, Presiden mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi sistem perekonomian berbasis kapitalisme dan neoliberalisme di Indonesia. Alasannya, kata Presiden, kedua ideologi tersebut tidak mampu menjamin kemakmuran bagi seluruh rakyat. Karena itu, Indonesia memilih ideologi terbuka yang berkeadilan sosial, dan koperasi merupakan wadah yang paling ideal.
Ketidakmakmuran yang dikemukakan Pre-siden di hadapan 7.000 anggota dan pengurus koperasi dari seluruh Indonesia adalah masalah ekonomi nasional, yang tentu tak ada sangkut-pautnya dengan paham atau sistem ekonomi. Oleh sebab itu, pernyataan Presiden itu harus kita artikan sebagai sikap keberpihakan pemerintah terhadap koperasi, yang sejak krisis ekonomi 1998 memang kurang mendapat perhatian.
Adapun soal ketidakmakmuran rakyat yang semakin memprihatinkan di negara ini, tidak mudah kita kaitkan dengan koperasi. Kalau mau realistis, harus diakui bahwa koperasi-koperasi kita masih jauh dari sehat dan belum siap memikul beban yang amat berat. Bahkan koperasi yang ada pun, ditaksir berjumlah 138.000, sekitar 30 persen di antaranya ”mati”. Jadi, langkah awal adalah menyehatkan koperasi yang ada. Jika upaya ini berhasil, maka langkah awal meningkatkan kesejahteraan rakyat sudah tercapai.
Kita harus mengakui, pemerintah telah berbuat banyak untuk memajukan koperasi. Di zaman Presiden Soeharto, misalnya, ada desakan agar para konglomerat menjual sebagian sahamnya kepada koperasi. Pemerintah pun membentuk sebuah departemen untuk koperasi. Tapi, harus diakui, selama ini orientasi dan strategi pembangunan ekonomi pemerintah lebih mementingkan segi pertumbuhan ekonomi, bukan pemerataan.
Di negara mana pun, termasuk Indonesia, yang menggunakan sistem pasar bebas, tujuan pertumbuhan ekonomi jauh lebih mudah dicapai dibandingkan dua hal tadi. Ini disebabkan dunia usaha, yang berorientasi pada profit dan yang selalu berpedoman pada peningkatan efisiensi terus-menerus, lebih mudah berkembang dalam iklim persaingan pasar bebas. Adalah tugas pemerintah, di negara mana pun juga, untuk memanfaatkan dan mengatur buah pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyatnya.
Kalau dewasa ini kita prihatin bahwa rakyat Indonesia masih jauh dari makmur, itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak berhasil memanfaatkan pertumbuhan ekonomi bagi kesejahteraan rakyatnya. Artinya, hasil pertumbuhan ekonomi yang telah meningkatkan kekayaan golongan ekonomi ”kuat”, lebih banyak digunakan untuk penumpukan modal. Sedang yang dipergunakan untuk program-program pemerataan masih kurang.
Perkembangan koperasi sebenarnya memerlukan kondisi sistem ekonomi yang memihak pada ”si miskin”, sehingga ada ruang gerak bagi pengembangan kegiatan koperasi. Tetapi strategi pembangunan kita lebih berorientasi pada pertumbuhan yang tinggi, secara tidak langsung ia memihak pada yang kuat karena peranannya sangat besar bagi per-tumbuhan. Sebagai contoh, lihat saja UU Sumber Daya Air dan UU Pertambangan di Kawasan Hutan. Dua UU ini lebih mengutamakan prinsip kapitalisme ketimbang kemakmuran rakyat. Inilah yang mungkin membuat koperasi tidak berkembang.
Indonesia memang bukan menganut kapitalisme, istilah yang dipakai untuk menamai sistem ekonomi Barat sejak runtuhnya feodalisme pada abad ke-16. Tetapi dalam kehidupan sehari-hari, kita sulit lepas darinya. Saham, bursa efek, suku bunga, hak paten, dan lainnya merupakan produk kapitalis. Bahkan Bukopin, yang sahamnya dimiliki induk koperasi, justru memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan dana murah. Padahal semua orang tahu,

pasar modal adalah salah satu simbol dari sistem kapitalisme.

cara memajukan koperasi di Indonesia


CARA MENGEMBANGKAN KOPERASI DI INDONESIA: MULAI DARI APA YANG SUDAH ADA
           
            Dalam kondisi sosial dan ekonomi yang sangat diwarnai oleh peranan dunia usaha, maka mau tidak mau peran dan juga kedudukan  koperasi dalam masyarakat akan sangat ditentukan oleh perannya dalam kegiatan usaha (bisnis).   Bahkan peran kegiatan usaha koperasi tersebut kemudian menjadi penentu bagi peran lain, seperti peran koperasi sebagai lembaga sosial.  Isyu strategis pengembangan usaha koperasi dapat dipertajam untuk beberapa hal berikut :
1. Mengembangkan kegiatan usaha koperasi dengan mempertahankan falsafah dan prinsip koperasi. 
            Beberapa koperasi pada beberapa bidang usaha sebenarnya telah menunjukkan kinerja usaha yang sangat baik, bahkan telah mampu menjadi pelaku utama dalam bisnis yang bersangkutan.   Misalnya, GKBI yang telah menjadi terbesar untuk usaha batik, Kopti yang telah menjadi terbesar untuk usaha tahu dan tempe, serta banyak KUD yang telah menjadi terbesar kecamatan wilayah kerjanya masing-masing.  Pada koperasi-koperasi tersebut tantangannya adalah untuk dapat terus mengembangkan usahanya dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip perkoperasian Indonesia.  Pada prakteknya, banyak koperasi yang setelah berkembang justru kehilangan jiwa koperasinya.  Dominasi pengurus dalam melaksanakan kegiatan usaha dan koperasi yang membentuk PT (Perseroaan Terbatas) merupakan indikasi kekurang-mampuan koperasi mengembangkan usaha dengan tetap mempertahankan prinsip koperasi.  Jika tidak diantisipasi kondisi ini pada gilirannya akan mengaburkan tujuan pengembangan koperasi itu sendiri.  
2. Keterkaitan kegiatan koperasi dengan kegiatan pelayanan usaha umum. 
            Hal yang menonjol adalah dalam interaksi koperasi dengan bank.  Sifat badan usaha koperasi dengan kepemilikan kolektif ternyata banyak tidak berkesesuaian (compatible) dengan berbagai ketentuan bank.  Sehingga akhirnya ‘terpaksa’ dibuat kompromi dengan menjadikan individu (anggota atau pengurus) sebagai penerima layanan bank (contoh : kredit KKPA).  Hal yang sama juga terjadi jika koperasi akan melakukan kontrak usaha dengan lembaga usaha lain.  Kondisi ini berhubungan erat dengan aspek hukum koperasi yang tidak berkembang sepesat badan usaha perorangan.  Disamping itu karakteristik koperasi tampaknya kurang terakomodasi dalam berbagai peraturan perundang-undangan yang menyangkut badan usaha selain undang-undang tentang koperasi sendiri.  Hal ini terlihat misalnya dalam peraturan perundangan tentang perbankan, perpajakan, dan sebagainya.  
3. Mengatasi beberapa permasalahan teknis usaha bagi koperasi kecil untuk  berkembang. 
            Koperasi (KUD) sayur di Pangalengan kebingunan pada saat ada permintaan untuk melakukan ekspor tomat ke Singapura: bagaimana mekanisme pembayarannya, bagaimana membuat kontrak yang tepat, dan sebagainya.  Koperasi tersebut juga tidak tahu, atau memang karena tidak ada, dimana atau kepada siapa harus bertanya.  Hal yang sama juga dihadapi oleh sebuah koperasi  di Jogjakarta yang kebingungan mencari informasi mengenai teknologi pengemasan bagi produk makanan olahannya. Permasalahan teknis semacam ini telah semakin banyak dihadapi oleh koperasi, dan sangat dirasakan kebutuhan bagi ketersediaan layanan untuk mengantisipasi berbagai permasalahan tersebut.
4. Mengakomodasi keinginan pengusaha kecil untuk melakukan usaha atau mengatasi masalah usaha dengan membentuk koperasi. 
            Beberapa pengusaha kecil jamu di daerah Surakarta dan sekitarnya tengah menghadapi kesulitan bahan baku (ginseng) yang pasokannya dimonopoli oleh pengusaha besar.  Para pengusaha tersebut juga masih harus bersaing dengan pabrik jamu besar untuk dapat memperoleh bahan baku tersebut.  Mereka ingin berkoperasi tetapi tidak dengan pola koperasi yang sudah ditentukan oleh pemerintah.  Hal yang sama juga dihadapi oleh pengusaha kecil besi-cor di Bandung untuk mendapatan bahan baku ‘inti-besi’-nya, atau untuk menghadapi pembeli (industri besar) yang sering mempermainkan persyaratan presisi produk yang dihasilkan.  Contoh-contoh diatas memberi gambaran bahwa keinginan dan kebutuhan untuk membentuk koperasi cukup besar, asalkan memang mampu mengakomodasi keinginan dan kebutuhan para pengusaha tersebut.  Kasus serupa cukup banyak terjadi pada berbagai bidang usaha lain di berbagai tempat.  
5. Pengembangan kerjasama usaha antar koperasi.  
            Konsentrasi pengembangan usaha koperasi selama ini banyak ditujukan bagi koperasi sebagai satu perusahaan (badan usaha).  Tantangan untuk membangun perekonomian yang kooperatif sesuai amanat konstitusi kiranya dapat dilakukan dengan mengembangan jaringan kerjasama dan keterkaitan usaha antar koperasi.  Hal ini juga sebenarnya telah menjadi kebutuhan diantara banyak koperasi, karena banyak peluang usaha yang tidak dapat dipenuhi oleh koperasi secara individual.   Jaringan kerjasama dan keterkaitan usaha antar koperasi, bukan hanya keterkaitan organisasi, potensial untuk dikembangkan antar koperasi primer serta antara primer dan sekunder.  Perlu pula menjadi catatan bahwa di berbagai negara lain, koperasi telah kembali berkembang dan salah satu kunci keberhasilannya adalah spesialisasi kegiatan usaha koperasi dan kerjasama antar koperasi.  Mengenai hubungan koperasi primer dan sekunder di Indonesia, saat ini banyak yang bersifat artifisial karena antara primer dan sekunder sering mengembangkan bisnis yang tidak berkaitan bahkan tidak jarang justru saling bersaing.  
6. Peningkatan kemampuan usaha koperasi pada umumnya. 
            Kemampuan usaha koperasi : permodalan, pemasaran, dan manajemen; umumnya masih lemah.  Telah cukup banyak usaha yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, namun masih sering bersifat parsial, tidak kontinyu, bahkan tidak sesuai dengan kebutuhan.  Pendampingan dalam suatu proses pemberdayaan yang alamiah dan untuk mengembangkan kemampuan dari dalam koperasi sendiri tampaknya lebih  tepat dan dibutuhkan.  
7. Peningkatan Citra Koperasi
            Pengembangan kegiatan usaha koperasi tidak dapat dilepaskan dari citra koperasi di masyarakat.  Harus diakui bahwa citra koperasi belum, atau sudah tidak, seperti yang diharapkan.  Masyarakat umumnya memiliki kesan yang tidak selalu positif terhadap koperasi.  Koperasi banyak diasosiasikan dengan organisasi usaha yang penuh dengan ketidak-jelasan, tidak profesional, Ketua Untung Dulu, justru mempersulit kegiatan usaha anggota (karena berbagai persyaratan), banyak mendapat campur tangan pemerintah, dan sebagainya.  Di media massa, berika negatif tentang koperasi tiga kali lebih banyak dari pada berita positifnya (PSP-IPB, 1995); berita dari para pejabat dua kali lebih banyak dari berita yang bersumber langsung dari koperasi, padahal prestasi koperasi diberbagai daerah cukup banyak dan berarti.    Citra koperasi tersebut pada gilirannya akan mempengaruhi hubungan koperasi dengan pelaku usaha lain, maupun perkembangan koperasi itu sendiri.  Bahkan citra koperasi yang kurang ‘pas’ tersebut juga turut mempengaruhi pandangan mereka yang terlibat di koperasi, sehingga menggantungkan diri dan mencari peluang dalam hubungannya dengan kegiatan pemerintah justru dipandang sebagai hal yang wajar bahkan sebagai sesuatu yang ‘sudah seharusnya’ demikan.   Memperbaiki dan meningkatkan citra koperasi secara umum merupakan salah satu tantangan yang harus segera mendapat perhatian.  
8. Penyaluran Aspirasi Koperasi
            Para pengusaha umumnya memiliki asosiasi pengusaha untuk dapat menyalurkan dan menyampaikan aspirasi usahanya, bahkan juga sekaligus sebagai wahana bagi pendekatan (lobby) politik dan meningkatkan keunggulan posisinya dalam berbagai kebijakan pemerintah.  Asosiasi tersebut juga dapat dipergunakan untuk melakukan negosiasi usaha, wahana pengembangan kemampuan, bahkan dalam rangka mengembangkan hubungan internasional.  Dalam hal ini asosiasi atau lembaga yang dapat menjadi wahana bagi penyaluran aspirasi koperasi  relatif terbatas.  Hubungan keorganisasian vertikal (primer-sekunder : unit-pusat-gabungan-induk koperasi) tampaknya belum dapat menampung berbagai keluhan atau keinginan anggota koperasi atau koperasi itu sendiri.  Kelembagaan yang diadakan pemerintah untuk melayani koperasi juga acap kali tidak tepat sebagai tempat untuk menyalurkan aspirasi, karena sebagian aspirasi tersebut justru berhubungan dengan kepentingan pemerintah itu sendiri.  Demikian pula dengan kelembagaan gerakan koperasi yang sekian lama kurang terdengar kiprahnya.   Padahal dilihat dari jumlah dan kekuatan (ekonomi) yang dimilikinya maka anggota koperasi dan koperasi kiranya perlu diperhatikan berbagai kepentingannya.  


Sumber pustaka :

kondisi perkoperasian Indonesia saat ini


       Definisi Koperasi
Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
       Sejarah koperasi di Indonesia
Sejarah singkat gerakan koperasi bermula pada abad ke-20 yang pada umumnya merupakan hasil dari usaha yang tidak spontan dan tidak dilakukan oleh orang-orang yang sangat kaya. Koperasi tumbuh dari kalangan rakyat, ketika penderitaan dalam lapangan ekonomi dan sosial yang ditimbulkan oleh sistem kapitalisme semakin memuncak. Beberapa orang yang penghidupannya sederhana dengan kemampuan ekonomi terbatas, terdorong oleh penderitaan dan beban ekonomi yang sama, secara spontan mempersatukan diri untuk menolong dirinya sendiri dan manusia sesamanya.
Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi). Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi. Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman. Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda. De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian. Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon. Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi. Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik. Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi. Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyak Indonesia (BRI). Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah.
Pada zaman Belanda pembentuk koperasi belum dapat terlaksana karena:
1. Belum ada instansi pemerintah ataupun badan non pemerintah yang memberikan penerangan dan penyuluhan tentang koperasi.
2. Belum ada Undang-Undang yang mengatur kehidupan koperasi.
3. Pemerintah jajahan sendiri masih ragu-ragu menganjurkan koperasi karena pertimbangan politik, khawatir koperasi itu akan digunakan oleh kaum politik untuk tujuan yang membahayakan pemerintah jajahan itu.
Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Sutomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.
Pada tahun 1927 dibentuk Serikat Dagang Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha pribumi. Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.
Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya. Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus. Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia.




      Kondisi Perkoperasian Saat Ini
Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat perkoperasian, Sularso, menilai wadah gerakan koperasi yakni Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sampai saat ini belum mampu bekerja secara optimal.

"Belum semua pengurus dan perangkat organisasi Dekopin seperti sekretaris jenderal dan dewan pakar mampu menyumbangkan pemikiran dengan efektif untuk pengembangan koperasi," kata Sularso di Jakarta, Jumat (31/12).

Ia mengatakan, Dekopin belum mampu berkontribusi dalam dinamika pemikiran tentang upaya pemecahan masalah dan kebijakan pengembangan koperasi kecuali dinamika dalam melaksanakan APBN.

Selain itu, ia berpendapat fungsi advokasi Dekopin juga tidak banyak dilakukan sampai sejauh ini. "Kita tidak pernah melihat Dekopin melakukan aksi demonstrasi, misalnya," katanya.

Menurut dia, pelaksanaan APBN belum tentu efektif dalam memberikan sumbangan bagi pengembangan koperasi di tanah air.

Ke depan, Sularso menyarankan agar dilakukan perbaikan kinerja Dekopin dengan meletakkan dasar-dasar kemandirian dan memanfaatkan segala sumber daya yang berguna untuk pengembangan koperasi.

"Hal yang juga penting adalah mengarahkan penyusunan dan penggunaan APBN agar dapat lebih efektif memberikan sumbangan bagi pengembangan koperasi," katanya.

Sularso menilai sampai saat ini citra koperasi dalam pandangan masyarakat umum masih kurang baik.

Meskipun masyarakat sebagian besar telah menganggap koperasi dalam konotasi yang positif tetapi cukup banyak kejadian yang memperburuk citra koperasi seperti pengurus yang tidak bertanggung jawab dan melarikan tabungan anggota atau nasabah. Hal itu terutama banyak terjadi di kalangan koperasi simpan pinjam.

"Karena kegiatan di luar simpan pinjam tidak berkembang, masyarakat menganggap bahwa perekonomian dapat berjalan sebagaimana mestinya tanpa koperasi. Ada atau tidak ada koperasi bagi mereka dianggap sama saja," katanya.

Sularso menyarankan agar dilakukan pengkajian tentang sebab keterpurukan koperasi sebagai bahan penyusunan kebijakan pengembangan koperasi ke depan.

Selain itu, perlu diambil langkah untuk mencegah penyimpangan dalam koperasi simpan pinjam, merevitalisasi koperasi fungsional, dan memperbaiki kinerja koperasi yang bergerak di sektor riil termasuk meningkatkan kegiatan ekspor koperasi.(Ant/BEY)




 

           Sumber Pustaka

Saturday, June 25, 2011

rahasia Tuhan

Aku tahu apa yg kau pikirkan selama ini. 
Terjebak dalam rutinitas yg itu-itu saja, ketidakpastian, bahkan di ujung keputusasaan. Tapi ingatlah, sesungguhnya Tuhan tidak pernah tidur. Dia sangat dekat dengan kita. Maka di saat-saat seperti ini, ketika tiada lagi yg mendengar keluh kesahmu, Tuhan akan tetap mendengar dengan senang hati malah. 
Jika kita merasa jauh dari-Nya, kuatkan kembali tali antara kita dan Tuhan. Sehingga jika kita terpeleset atau hampir jatuh, tali itu akan tertarik dan Tuhan akan menguatkan kembali.
Semangatlah kau di rantau sana. Sesungguhnya kau akan mendapat yg terbaik sepulang nanti. Lebih dari semanis madu. Janji Tuhan tiada ingkar.

makin tinggi, makin banyak angin

Ya begitulah judul tulisan yg akan saya posting tersebut.
Faktanya memang begitu. Jika kita semakin tinggi dalam arti kata semakin sukses, maka makin banyak pulalah angin tersebut (baca: cobaan).
Contohn ya yg baru-baru ini saya alami. Saya merasa ada beberapa teman saya yg kurang suka sama saya, dengan tidak bermaksud suudzon. Tapi begitulah yg saya lihat.
Ya biarkanlah mereka seperti itu, toh ini tetap hidup saya yg tidak satu org pun berhak mempengaruhi --apalagi mengatur--.
Semoga saya tetap bisa berdiri tegak dgn tiupan 'badai' sekalipun. Semoga.

Thursday, June 23, 2011

bahkan nasi pun belum berubah menjadi bubur !

Tak terkatakan sebenarnya perasaanku saat ini.
Rasanya dada ini disesaki bergiga pertanyaan tentang realita hidup. Jawabannya sebenarnya hanya satu, TIDAK ADA YG PASTI.
Ketika sebuah asa harus putus detik ini, aku yakin ada sebuah hasil yg tidak terbayangkan nantinya.
Sungguh bahkan paranormal pun tidak bisa memprediksi!
Bahkan nasi pun belum berubah menjadi bubur!! Semua bisa di-edit dengan tidak lupa seuntai doa kepada-Nya.

di atas sejuta harap

Bolehlah orang menganggapku remeh, memandang sebelah mata, bahkan berpikir kalau aku ini agak sinting.
Bagiku mereka hanyalah sekumpul orang iri, naif, atau apalah.
Yang jelas ini hidupku ini jalanku. Terserah mereka komentar apa, mungkin tetap kudengar untuk kritik atau motivasi dalam hidupku atau jika terlampau jelek pun tetap akan kudengar utk menghargai mereka.
Di atas sejuta harap, beribu doa kupanjatkan. Biar mereka bertanya-tanya sampai akhirnya mereka lelah dan memicingkan mata atas apa yg mereka pikir tidak mungkin aku lakukan. 
Ya, aku bersumpah! Bagaimana pun roda akan selalu berputar, cepat atau lambat, tanpa minta persetujuan. Waktu pun tak bisa menunggu. Sebab yg pasti di dunia ini adalah bahwa tidak ada yg pasti di dunia ini.

bagaimanalah ?

bagaimanalah aku seorang yg ambisius dan optimistik ini tiba-tiba bisa dgn begitu mudahnya menyerah pada kenyataan.?
utk satu hal yg kemungkinannya masih buram. utk tidak mengecewakan org yg teramat aku hormati dan sayangi. utk segala impianku yg mungkin mulai saat ini harus kukubur dalam-dalam. 
bagaimanalah aku bisa tetap menjadi setegar karang?
bagaimanalah aku tetap bisa membuka mata hati, pikiran, jiwa atas semua ini?
inikah yg harus ku bayar? ya, harga mati mungkin!
oh tidak demikian rupanya. Aku (pasti) bisa berjalan tegak kembali, menukar semua mimpiku saat ini utk sebuah mimpi yg sangat besar. Karena kusadari, msh banyak yg bisa aku syukuri, aku usahakan, aku pintakan pada Sang Ilahi.
Ya, aku yakin! Teramat yakin malah!!
Bagaimanalah mungkin Tuhan Yang Maha Pemurah tidak mendengar doaku?

Wednesday, June 22, 2011

resolusi liburan

1.les bahasa perancis di CCF
2.pindah jurusan (pindah kampus kl bisa) (amiiiiiiiiin)
3.ikut lomba nulis
4.jd guru privat

amiiiin

Thursday, March 3, 2011

curriculum vitae

Personal Details



Full Name
Sex
Place, Date of Birth
Nationality
Marital Status
Height, Weight
Religion
Address
Mobile
E-mail
: Arika Priliani
: Female
: Jakarta, April 26th, 1992
: Indonesia
: Single
: 160 cm, 45 kg
: Moslem
: St.Musyawarah rt 003/01 no.21A, Ragunan, Jakarta 12550
: 085694336XXX
: yayhi8@hotmail.com


Educational Background

1998 - 2004
2004 - 2007
2007 - 2010
2010 - Now
: 01 Elementary School, Ragunan
: 107 Junior High School, South of Jakarta
: 49 Senior High School, South of Jakarta
: Economy Management at the Gunadarma University, Depok

Monday, February 7, 2011

semakin

Harusnya ya hari ini saya kuliah awal semester 2. Padahal tadi udah rapi tapi tiba-tiba setan malas kembali meghinggapi saya ckck
Akhirnya sekarang saya udah berganti baju dan online di depan laptop.
YOU KNOW WHAAAAAAAT? GW SEMAKIN DEPRESIIIIIII !!! CKCK

Tuesday, February 1, 2011

twice

setelah sekian lama ga belajar mobil lagi akhirnya hari ini belajar lagi utk kedua kalinya haha
yaa walaupun masih suka ngegas kenceng, ngerem mendadak, dan lupa kopling haha kacooo ;p
tapi menurut Abi kali ini udah cukup bagus dan makin lancar. 1-10 nilai buat gw dr abi adalah 7! yeaaay not so bad lah yaa :D
next time trial lagi kata abi biar makin lancar hehe
thanks yaa abi sayaaaang :*
loveyou

brave I am! haha

kemaren ketemu ibunya Abi yeaaaay berani juga lu yhi! kesambet apaan? wakaka :p
tapi ga ketemu ayah mertua aaaa padahal kangen bgt huhu :(
thanks yaa Abi. muaaaaah loveyou :*

Sunday, January 30, 2011

love you, Mom

Share cerita sedikit tentang percakapan saya dan mama beberapa waktu.
Me      : Mah, ayi pengen pake jilbab deh
Mama : Yaudah kapan
Me      : Tapi ayi maunya kalo uda pake jilbab pake rok aja mah hehe
Mama : Yeee pake celana juga emang ngapa? ckck
Me      : Iiiih biar cantik tau (padahal udah cantik wakak)
Mama : Gampang deh. Kalo kamu udah pake jilbab nanti kita beli keudung lusinan warna-warni
Me      : Bner ya maaah?
Mama : Bener lah.
Me      : Mah, kl ayi uda pake jilbab, hari itu juga belanja kerudung n borong baju2 panjang n rok ya mah?
             haha  (gatau diri)
Mama  : Iya dah hari itu juga.
Me : Yeaaaay :D
        thankyou mam :)
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Waktu pun terus bergulir dan ternyata, Mama ga pernah bohong :)
I Love You So Much, Mama :) :*

week

Huaaa ga kerasa udah seminggu perubahan itu telah terjadi. Yap jilbab!
Ga kerasa waktu tuh ternyata emang cepeeeeet bgt yaa hihi ;p
Jadi inget seminggu yg lalu waktu memutuskan utk mengenakan jilbab saat pergi ke luar bersama Abi, penuh dengan rasa deg2an, terharu, bahagia aaaaa campur aduk deh hehe
Tapi seiiring berjalannya waktu, aku merasa semakin percaya diri dgn jilbabku ini. Apalagi teman2ku yg satu persatu mulai mengetahui perubahan yg terjadi padaku ini jg sangat antusias menyambutnya dgn rasa bahagia. Alhamdulillah terimakasih teman-teman :)
Semoga ke depannya aku menjadi lebih baik lg dlm menyempurnakan ibadah ini. Amin Ya Rabb :)

Monday, January 24, 2011

Dan Aku Semakin Yakin :)

Hari ini adalah hari pertamaku pergi ke luar, tepatnya ke kampus dengan menggunakan jilbab. Alhamdulillah :)
Walaupun pada awalnya aku sempat meragu lagi tapi akhirnya kekuatan hatiku mengalahkan segala ego dan bisikan setan hehe
Dan respon dari teman-temanku dikampus cukup terkejut karena melihat aku yg begitu beda dgn berjilbab hehe ;p
Teman dekatku, Brily, Sinjo, Tuluy dan Dita sangat senang melihat perubahan yg terjadi pd diriku. Karena salah satu resolusiku tahun ini sudah tercapai dan semoga ini akan selamanya dlm hidupku, amiiiin :)
Terimakasih juga yg tak terkira kepada abiku Rizal yg sedari beberapa bulan menasehatiku untuk menutup aurat telah terwujud (udah kan by? hehe :p )
Pokoknya makasih buat semuanya yg udah mendukung keputusan ini. Tolong bimbing aku juga karena aku hanya manusia biasa yg mencoba menjadi muslimah seutuhnya. Amin Ya Rabbalalamin
Alhamdulillah terimakasih Ya Allah swt. atas semua hidayah-Mu :)

Sunday, January 23, 2011

BIG STEP ONE

Alhamdulillah ku ucapkan tiada henti atas anugerah-Mu Ya Allah, Tuhan Yang Maha Indah dan menyukai keindahan.
Dengan segenap keberanian besar, aku memberanikan diri untuk mewujudkan impianku selama ini. 
Semalam bersama Abiku tercinta Ahmad Rizal Mubarok , aku pergi ke luar rumah dengan menggunakan JILBAB untuk pertama kalinya. Dan aku harap semoga keputusan ini berlanjut ke hari-hari ke depan untuk selamanya. Amin Ya Rabbalalamin :)
Terimakasih untuk semua yg telah mendukungku dengan keputusan ini, terutama abi tersayang, Ahmad Rizal Mubarok dan sahabatku yg terbaik Yuni Ratna Sari :) :)
I Love You

Friday, January 21, 2011

BIG FRIDAY BIG DECISION

Akankah semua tekadku yg semakin membulat akan terwujud? Semoga. Amin :)

Friday, January 7, 2011

Ini Pun Akan Berlalu

Seorang narapidana baru merasa ketakutan dan tertekan. Tembok-tembok batu di selnya seperti menyerap habis semua kehangatan, jeruji-jeruji besi bagai mencemooh segala belas kasih, suara gelegar baja yang beradu ketika gerbang ditutup, mengunci harapan jauh-jauh. Hatinya terpuruk sedalam hukumannya yg sedemikian lama. Di tembok, di atas kepala tempat tidur lipatnya, dia melihat sebuah kalimat yg tergores disana : INI PUN AKAN BERLALU.
Kalimat itu melecut semangatnya, mungkin demikian juga dengan narapidana lain sebelum dia. Tak peduli betapa beratnya, dia akan menatap tulisan itu dan mengingatnya :ini pun akan berlalu.
Pada hari dia dibebaskan, dia mengetahui kebenaran dari kata-kata itu. Waktunya telah dipenuhi, penjara pun telah berlalu.
Ketika dia menjalani kembali kehidupan normalnya, dia sering merenungi pesan itu, menulisnya di secarik kertas utk ditaruh di samping tempat tidurnya, di mobil, di tempat kerja.
Bahkan saat dia mengalami hal-hal yg buruk, dia tak akan menjadi depresi. Dengan mudah dia akan mengingat, "inipun akan berlalu", dan terus berjuang. Saat-saat yg buruk pun tidak memerlukan waktu lama utk berlalu. Lalu ketika saat-saat menyenangkan tiba, dia menikmatinya, tapi tanpa terlalu sembrono. Sekali lagi dia akan mengingat, "inipun akan berlau", dan terus bekerja tanpa menggampangkan hal-hal yg menyenangkan itu. Saat-saat indah  biasanya juga tak akan bertahan lam-lama. Bahkan ketika dia menderita kanker, "inipun akan berlau" telah memberinya pengharapan. Pengharapan memberinya kekuatan dan sikap positif yg mengalahkan penyakitnya. Suatu hari, dokter spesialis memastikan bahwa "kanker pun telah berlalu".
Pada hari terakhirnya, di atas ranjang kematian, dia membisikkan kepada orang-oranga yg dicintainya, "inipun akan berlalu" dan dgn enteng dia meninggalkan dunia ini. Kata-katanya adalah pemberian cinta terakhir bagi keluarga dan teman-temannya. Mereka belajar darinya bahwa " kesedihan pun akan berlau".
Depresi adalah sebuah penjara yg sering dialami oleh kita. "INI PUN AKAN BERLALU"  membantu melecut semangat kita juga menghindarkan salah satu penyebab depresi hebat yaitu tidak mensyukuri saat bahagia. :)

surat dari Tuhan

baca sejenak deh,ga rugi kok ;)
Surat dari TUHAN
KEPADA : KAMU
TANGGAL : HARI INI
DARI : AKU
PERIHAL : BERSYUKUR

Ini AKU,
Hari ini AKU yang akan menangani semua masalahmu..

Catatan :
Dan ingat,
Bila Dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri,
Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu.
Tetapi, letakkanlah saja masalah itu diboxKU utk KUselesaikan..
AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang AKU tentukan sendiri.

Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan,tetapi sesuai jadwalKU, bukan jadwalmu.
Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam Box,
Janganlah kamu pikirkan & khawatirkan.
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal2 BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang.

Bila kamu terjebak kemacetan dijalan, Janganlah marah,
Sebab masih banyak orang di Dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja,
Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun2 tanpa pekerjaan.

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang2 yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang2 yang harus lembur siang malam tanpa libur utk menghidupi keluarga & anak2nya.

Bila kendaraanmu mogok & mengharuskan kamu berjalan kaki,
Janganlah marah,
Pikirkanlah orang2 cacat yang sangat ingin merasakan berjalan diatas kaki sendiri.

Bila kamu melihat dicermin rambutmu mulai beruban,
Janganlah bersedih,
sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang2 yang dalam perawatan Kemoterapi.

Bila kamu merenungi makna hidupmu di Dunia ini & merenungi apa tujuan hidup mu ini ?
Bersyukurlah O:)
karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka.

Bila kamu memutuskan untuk meneruskan surat ini ke orang lain,
Terima Kasih
Kamu telah menyentuh kehidupan mereka dalam banyak hal yang tidak pernah kamu bayangkan :)

Saturday, January 1, 2011

welcome second year, Abi

happy new year honeeeey and welcome second year :D :D
ga terasa setaun udah berlalu. Begitu banyak yg udah kamu kasih ke aku. Perhatian, kasih sayang, dan semua yg ga bisa aku describe satu-satu hehe ;)
Resolusi aku di taun kedua buat hubungan kita ini pastinya semoga kita langgeng selamanya sampe mimpi-mimpi kita selama ini terwujud. Semoga abi makin sabar hadapi aku yg bawel dan egois ini. Semoga abi bisa menerima segala kekuranganku. Semoga hubungan kita akan lancar ke depannya, insya Allah amin.(ini pun akan berlalu, kan?)
Satu harapan aku lagi, semoga abi akan menjadi imam terbaik dlm hidupku yg akan memimpin aku dan anak-anakku kelak. Sebenernya masih banyak harapan-harapan aku buat hubungan kita. Tapi rasanya ga cukup nulis di blog ini hihi
Intinya aku berharap semua dan segala yg terbaik buat hidupku, hidupmu dan hubungan kita.
Terimakasih yg tak terhitung yg ga bosen bosen aku bilang buat kamu hehe, thanks buat setaun terakhir ini. Thanks udah bikin hari-hariku berwarna. Thanks udah bikin aku ketawa terus. Buat semua pelajaran hidup yg kamu kasih ke aku. Aaaaaaa terlalu banyak thanks untuk km hehe :')
udah ah ntar aku 'banjir airmata' lagi wakaka ;p
thanks yaa Abi Ijang. Je t'aime :)

happy new year, thanks Allah

Ga terasa setaun udah berlalu ajaaaa! Begitu banyak suka duka yang menghiasi hariku di 2010 kemarin. Begitu banyak juga orang-orang yg aku sayangi yg selalu mendukungku. 
Aku bingung mau menuliskan apa lagi, yang jelas aku mengucapkan rasa syukur kepada Allah swt yang telah memberikan kesempatan sekali lagi padaku untuk hidup lebih baik lagi, untuk setiap aliran darahku, untuk setiap denyut nadiku dan untuk setiap detak jantungku.
Ya Allah, aku mohon semoga resolusi-resolusiku di tahun ini bisa terwujud. Aku yakin Kau Maha Mendengar setiap doa-doa yg kupanjatkan, aku yakin Kau pasti akan memberikan yg terbaik untukku, aku yakin Kau pasti mempunyai rencana indah untuk hidupku ini.
Terimakasih untuk semua anugerah yg Kau berikan untukku, untuk semua org terkasih yg Kau kirim untuk menjagaku dan terimakasih telah memberikan hidupku yang penuh warna warni kehidupan ini.
Semoga aku senantiasa selalu bersyukur atas semua yg Kau beri dan aku semakin dekat pada-Mu, Tuhan Semesta Alam. Amin ya Rabbalalamin :)